selamat datang di 1001 cerita hidayah, kumpulan cerita islam yang menggugah iman anda kami menerima saran anda, sampaikan saran, kritik dan berilah penilaian kepada kami dengan mengirimkan email anda ke fitraramadhani395@yahoo.com, ramadhanifitra89@yahoo.com dan berilah penilaian anda kepada kami di bawah alquran online. Pilih salah satu, saran kritik, dan penilaian anda bernilai bagi kami.

Digital clock

Translate

TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.url: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] TEMPLATE ERROR: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']

apakah blog ini sudah bagus ?

Daily Calendar

Minggu, 28 Juli 2013

Kehebatan Bersedekah

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipat gandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh ulir, yang pada tiap-tiap ulir itu terjurai seratus biji. Ertinya, Allah yang Maha Kaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,

Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat tertanya-tanya akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?'. Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'. Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.

Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'. Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'. 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'. Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.Allah yang Maha kaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan SEDEKAH dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ."
Subhanallah...


Pengertian Sedekah: Terdapat dua jenis sedekah iaitu sedekah wajib dan sedekah sunat. Sedekah wajib ialah zakat yang perlu ditunaikan bila cukup syarat-syaratnya. Sedekah sunat ialah tidak terikat kepada apa-apa syarat, terpulang kepada keikhlasan orang yang hendak bersedekah.

Apa pun bersedekah mempunyai kelebihan atau fadilat yang tertentu:

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Jagalah dirimu daripada api neraka meskipun hanya dengan sedekah separuh biji kurma. Jika tidak dapat (bersedekah benda) dengan kalimah tayyibah (perkataan yang baik)".

Diriwayatkan oleh At-Tabrani, Anas berkata Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: "Bersedekahlah kamu kerana sedekah itu sebagai penebusmu (pembebasanmu) daripada api neraka".

Diriwayatkan oleh Baihagi, Abu Hurairah berkata, "Sesiapa yang memberi makan kepada orang mukmin (makanan keinginannya) Allah mengharamkannya daripada api neraka".

Diriwayatkan oleh Al-Haqadai, Abu Hurairah berkata, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud, "Sedekah itu dapat mengelakkan suul khatimah (mati dalam keadaan yang tidak baik)".

Diriwayatkan oleh At-Thabrani, Uqbah bin Amir berkata Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud, "Sedekah itu dapat mengelakkan pemberinya daripada kepanasan kubur dan pada hari kiamat seseorang itu hanya berlindung di bawah naungan sedekahnya".

Diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tirmizi, Abu Said al-Khudri berkata, "Setiap orang mukmin yang memberi makan kepada orang yang lapar maka Allah memberinya buah-buahan syurga pada hari kiamat. Setiap mukmin yang memberi minuman pada orang yang haus maka Allah akan memberinya minum daripada ar-Rahigil Makhtum pada hari kiamat dan setiap mukmin yang memberi pakaian kepada mukmin yang bertelanjang, Allah akan memberinya pakaian perhiasan syurga pada hari kiamat."

Bagaimanapun bersedekahlah kerana Allah bukan kerana sebab untuk berasa riak atau menunjuk-nunjuk. Sebaik-baiknya apa yang disedekahkan oleh tangan kanan tidak akan diketahui oleh tangan kiri, begitu juga sebaliknya.

“Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya antara hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya, dan apa saja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki” (Saba’ – 39).
Sedekah itu menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api” (Hadis Riwayat At Tirmidzi)

Sedekah membersihkan harta dan menyucikan diri kita.
“Ambil sedekah daripada harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa engkau itu menjadi ketenangan hati mereka. Allah maha mendengar lagi maha mengetahui” (At Taubah-103).

Ganjaran Bersedekah

Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah.
Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang bersedekah, ganjaran yang berlipat ganda (700 kali) dan ganti, sebagaiman firman-Nya dan sabda Rasulullah SAW, sbb:

Allah Ta'ala berfirman, "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah". {Qs. Al Lail (92): 5-8}
Allah Ta'ala berfirman, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Dan Allah Maha Luas (Kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui". {Qs. Al Baqarah (2): 261}
Rasulullah SAW bersabda, "Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, "Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah". Yang satu lagi menyeru "Musnahkanlah orang yang menahan hartanya".

Tolak Bala dengan Sedekah
Orang-orang yang berfirman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, sbb:

"Bersegeralah bersedakah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah"
"Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah"
"Obatilah penyakitmu dengan sedekah"

Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui di pinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka pengemis menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah.

Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertaqwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???

Atau kalau kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum'at dan memasukkannya ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakanlah dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum'at, misalnya Jum'at ini kita menyumbang Rm10 ke kotak amal maka sebaiknya Jum'at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfaqkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung di sisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

Sedekah yang pahalanya terus mengalir
Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: "Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal: amal jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo'akannya" (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad)
Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat:

Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.
Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda mendapatkan kebaikan.
Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.
Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau haiwan berlindung di bawahnya atau makan buahnya, anda mendapatkan kebaikan.
Tempatkan pendingin air di tempat umum.
Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
Libatkan diri dalam pembangunan mesjid.
Berbagi CD Quran atau Do'a.
Bantulah pendidikan seorang anak.
Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal di atas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.
 
sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151779165062240&id=319541272239

Ragam modus kristenisasi

Sepertinya kini para misionaris semakin kreatif saja dalam melancarkan misimisi kristenisasi di negeri ini. Beberapa waktu lalu fans page ini menulis geliat mereka di tengah berkecamuknya bencana Merapi. Berkedok bantuan kemanusiaan, mereka membaptis kaum muslimin dengan imbalan sepotong roti. Fakta itu sungguh membuat hati kita merasa miris. Dengan liciknya, mereka menghasut saudara-saudara kita yang tengah kesusahan agar masuk ke perangkap mereka. Peristiwa itu bisa kita jadikan sebagai pembelajaran agar ke depan tidak terulang kembali.

Upaya kristenisasi di banyuwangi yang baru-baru ini terjadi boleh dibilang sebagai modus baru. Para penginjil mengirim seorang utusan untuk menyusup ke tengah masyarakat muslim. Tak tanggung-tanggung, utusan itu mereka masukkan ke sebuah pondok pesantren. Di pesantren ini, si utusan berusaha merusak citra Islam dari dalam dan mengiming-iming warga sekitar untuk menganut Kristen.

Menyamar
Pesantren yang menjadi target kristenisasi ini adalah Sunniyah Salafiyah Miftahul Ulum, Laban Asem Kabat, Banyuwangi. Pada 23 Januari 2011 lalu, mereka menerima tamu seorang lelaki yang mengaku bernama Muhammad Yusuf yang diantar oleh seorang temannya. Dengan memakai logat Batak ia bertutur bahwa ia berasal dari Jakarta dan ingin mempelajari agama Islam. Ia juga mengaku menjadi muallaf karena ingin mendapatkan kebenaran yang selama ini ia dambakan. Dari Jakarta ia lari ke Lombok karena takut terhadap keluarganya yang tak merestuinya masuk Islam. Selama di Lombok ia dikhitan lalu pergi ke Bali untuk nyantri kepada seorang Ustad. Di tempat ini ternyata ia tak pernah diajari apa-apa, malah ia mengeluhkan laptopnya yang selalu dipinjam sang ustad untuk menyaksikan film-film dewasa. Ia juga mengaku mahasiswa Univesitas Negeri Jakarta. Dari KTP yang diserahkan kepada pengurus pesantren, diketahui bahwa nama aslinya adalah Hezkiel Fernandes, berasal dari Riau dan telah menganut agama Islam.

Setelah resmi menjadi santri, Hezkiel atau Yusuf memulai aksinya. Ia kerap masuk ke kampung-kampung yang ada di sekitar pesantren. Kepada warga ia bercerita bahwa sesungguhny ia adalah anak orang berduit. Ayahnya kaya raya dan menjadi donatur terbesar dalam misi kristenisasi. Konon, ayahnya telah membangun 500 rumah yang diperuntukkan orang-orang yang masuk Kristen.

Ibundanya adalah karyawan Badan Pertanahan Negara (BPN). Oleh kedua orang tuanya, ia disekolahkan di Taman Kanak- Kanak elit khusus Kristen yang uang masuk-nya saja senilai 40 juta rupiah. Ia pernah mengikuti Olimpiade Matematika di Athena dan menjadi juara pertama. Peserta lainnya mengerjakan soal dalam waktu 5 menit, sementara ia menyelesaikan dalam durasi 2 menit saja. Begitulah ceritanya kepada warga kampung.

Hezkiel sungguh pandai berbicara. Kendati omongannya tergolong sangat muluk,namun ia berhasil membuat warga terkagum-kagum kepadanya. Yang unik, setiap kali bercerita ia selalu menyelipkan kalimat yang bernada hasutan, “jika kamu masuk Kristen maka hidupmu akan berubah!” Ia selalu mengulang-ulang kalimat itu.

Sejauh itu pengurus pesantren belum mengendus gelagat Hezkiel. Bahkan karena kalihaiannya berbahasa Inggris, ia kemudian didaulat oleh pengurus untuk mengajar Bahasa Inggris kepada para santri. Ia juga diminta memberikan les matematika kepada santri yang mau mengikuti Ebtanas.

Berkat kepiawaian bergaul itu, maka Hezkiel diterima oleh masyarakat setempat. Tiap malam ia diajak makan di rumah warga secara bergantian. Ia begitu membumi dengan warga, dan jelas terlihat bahwa ia memang terlatih untuk misi itu. Ia menyantap segala suguhan yang dihidangkan warga kepadanya dan selalu memujinya. Ketika para santri berenang di sungai, si Hezkiel pun tak canggung berbaur dengan mereka. Pendek kata, ia berhasil mencuri hati mereka.

Sementara itu tampaknya hanya segelintir orang yang menaruh curiga terhadapnya. Di antaranya adalah Fathur Rozi dan Sayid Faqih Bilfaqih. Kedua santri itu kebetulan sekamar dengan Hezkiel di pesantren. Mereka curiga karena setiap kali telpon, Hezkiel senantiasa menyendiri di sungai. Setiap kali mendapat SMS, ia langsung menghapus setelah membacanya. Kecurigaan juga tumbuh karena di laptop Hezkiel tak ada foto keluarganya sama sekali.

Belakangan ternyata diketahui bahwa handphone dan laptop Hezkiel penuh dengan video-video porno. Ia sering meminjamkan laptopnya itu kepada anak-anak sembari berkata kepada mereka bahwa video-video tersebut adalah milik ustadnya di Bali. Dari sini tercium gelagat bahwa Hezkiel berupaya merusak citra Islam dan menarik simpati anak-anak kepadanya. Pernah juga Fathur Rozi dan Faqih mendapati Hezkiel membawa injil. Ketika ditanyai perihal injil itu, Hezkiel berkilah bahwa ia memang sengaja membawanya sebagai perbandingan.

Ketahuan
Suatu kali, pada telepon genggam Hezkiel terlihat pesan pendek yang sempat dibaca oleh Fathurrozi. Dalam pesan pendek itu termuat singkatan GBU. Karena penasaran Fathurrozi bertanya kepada Hezkiel mengenai kepanjangan GBU. Hezkiel tak mau berterus terang, ia hanya menjelaskan bahwa singkatan itu hanyalah doa bahwa ia akan mendapatkan keberkahan tuhan. Dalam tradisi Kristen, GBU adalah kepanjangan “Gos Bless You” yang berarti “semoga tuhan memberkatimu.” Kecurigaan semakin besar tatkala Hezkiel diajak mengikuti haul Syekh Abu Bakar bin Salim di kelurahan Mandar yang dihadiri Habib Munzir al-Musawa. Ia kelihatan sangat resah di tengah acara itu. Kitab Maulid Dhiyaulami’ yang diberikan padanya hanya ia buka sebentar. Ia selalu menoleh ke kanan-kiri seolah ingin segera beranjak dari majelis itu.

Akhirnya, para pengurus sepakat hendak membongkar kedok Hezkiel. Ia dipancing untuk mengikuti jamuan makan malam di rumah salah seorang warga. Pada saat Hezkiel berada di rumah warga, pengurus pesantren menggeledah kamarnya. Mereka mendapati telepon genggam dan laptop Hezkiel yang penuh dengan video porno. Di tas laptonya, terdapat buku injil yang selama ini setia menemani Hezkiel. Sementara itu, di telepon genggam miliknya terdapat pesan pendek dari Nyoman dengan nomor 08123806336 yang belum sempat dihapus. Pesan ini berbunyi: “Shalom dik, sy harp tetap tenang, TUHAN YESUS Juruselamat kita, pembeladn pelindung kita, tetaplh berdoa, TUHAN pasti menyelmtkn dari prsoalnmu, sbab kalo hezkiel mengalami ini karma DIA, DIA menolongmu, nmun penyamarnmu tetap hrs bijak, sy setuju,jk hezki mrsa tdk aman di sini, lari saja k dpsr GBU..” (Pesan pendek kami muat sesuai tulisan aslinya, red)

hizkiel2Selasa Pagi, 01 Februari 2011, para pengurus pesantren melaporkan Hezkiel kepada kepolisian setempat. Ia pun langsung digelandang ke kantor polsek. Pada sore hari ia masih terlihat di kantor Polsek, akan tetapi pada malam harinya ia sudah menghilang entah kemana.

Patut diwapadai, ia adalah mata-mata yang ditugasi memantau dan mempelajari kehidupan pesantren di tanah air. Ia menyendiri di sungai dekat pesantren itu guna memberikan laporan kepada lembaganya via telepon genggam. Penyebaran video-video mesum yang ia akui sebagai kepunyaan ustadnya di Bali kepada anak-anak kampung bertujuan menanamkan stigma negatif terhadap para guru ngaji. Ucapannya bahwa dengan menjadi Kristen seorang akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jelas merupakan hasutan yang diharapkan bisa menarik satu-dua orang warga.

Aksi-aksi seperti yang dilakukan Hezkiel ini lumrah saja dalam misi kristenisasi. Paulus pernah menyatakan dalam Bible, “Berdusta bukanlah suatu dosa apabila dilakukan untuk memuliakan tuhan, tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang-orang yang berdosa.” (Roma 3 : 7). Sementara itu Matius (10 : 16) menambahkan,”Lihat Aku mengutus kamu seperti domba ketengah-tengah srigala. Karena itu hendaklah kalian cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.’’

Penyusupan seperti di Banyuwangi pernah pula terjadi di Bandung. Waktu itu ada seorang pendeta yang telah lama mendalami Islam masuk ke masjid-masjid dan mempengaruhi para pemuda masjid untuk saling silang pendapat mengenai masalah ubudiah. Usahanya itu mengakibatkan terpecahnya persatuan di tengah jamaah di masjid. Mereka termakan oleh adu domba si pendeta yang memang berilmu lumayan mumpuni. Namun pada akhirnya siasat penyusup itu terendus juga oleh jamaah dan ia pun angkat kaki dari daerah itu.

Lebih ironis lagi upaya kristinesasi pada tanggal 23 Juni 2010 dengan kedok bimbingan belajar matematika dan bahasa Inggris di Perumahan Kemang Regency, tepatnya di jalan Komala 2 Blok L No. 14 F Jakarta. Pemilik Pusat Bimbingan Belajar ini adalah Hendri Leonardi Sutanto sebagai Ketua Yayasan Mahanaim. Di tempat itu berlangsung pembaptisan massal dengan mendatangkan 14 buah minibus dari daerah Senen, Tanah Tinggi, Koja. Sebanyak 420 orang, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak sampai nenek-nenek berkumpul di tempat itu. Banyak diantara wanita-wanita yang datang memakai jilbab. Ketika ditanyai oleh seorang ustad yang mendatangi tempat itu tentang tujuan kedatangan mereka, mereka menjawab bahwa mereka diajak rekreasi, berenang dan diiming-imingi sesuatu secara gratis.
Ada juga yang menjawab tidak tahu. Sementara itu, koordinator pembaptisan bernama Andreas Dusli Sanau mengatakan bahwa acara ini adalah bimbingan belajar matematika dan bahasa Inggris. Sungguh janggal dan lucu. Untuk apa ibu-ibu, anak-anak kecil, bahkan nenek-nenek belajar matematika dan bahasa Inggris?

Beruntung bahwa aksi Hezkiel di Banyuwangi segera terbongkar, dan beruntung pula warga pesantren tidak tersulut amarah hingga menghakiminya. Namun kejadian di atas membuka mata kita bahwa usaha kristenisasi di negeri ini tak pernah berhenti. Para penginjil selalu mengamati kondisi kita, dan tatkala mereka melihat kita lengah dan lalai, mereka langsung melancarkan aksi. Toleransi, kerukunan antar umat beragama dan pluralisme sesungguhnya hanyalah ucapan-ucapan manis yang mereka tawarkan lewat media. Di balik semua itu, mereka selalu berusaha merongrong Islam dari segala penjuru. Baiknya kita selalu mengingat wanti-wanti Allah SWT di dalam salah satu firman-Nya yang berbunyi, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka.” …


sumber  : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10151780844832240&id=319541272239

Rabu, 10 Juli 2013

Keutamaan Bulan Ramadhan

Allah SWT berfirman;
"Hai orang-orang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (QS.2 Al Baqarah:183)".


Hadits melalui Sa'id bin Jabir RA:
"Puasa orang-orang sebelum kita di mulai dari sepertiga malam pertama sampai malam berikutnya, seperti yang terjadi pada permulaan Islam".


Segolongan ulama berpendapat:
"Puasa merupakan kewajiban bagi umat Nasrani. Dan puasa tersebut sering terjadi pada musim panas atau musim dingin, dan puasa itu sangat memberatkan mereka disaat mencari penghidupan. Kemudian para pemimpin mereka sefakat untuk meletakkan puasa pada musim dalam setahun; yakni antara musim penghujan dan musim kemarau. Dan mereka meletakkan pada musim bunga, lalu ditambah 10 hari sebagai penutup amalan mereka. Bahkan ada raja yang mau menambah puasanya seminggu kalau sembuh dari sakitnya. Ia benar-benar sembuh, lantas ia menambah puasanya seminggu. Dan setelah raja meninggal, diganti raja yang lain dan ia berkata:
"Sempurnakan puasanya menjadi 50 hari".


Kemudian datang lagi bencana kematian menyerang ternak mereka. Si raja langsung berkata:
"Sempurnakan puasa kalian".
Mereka menambah 10 hari lagi. Ada yang berkata:
"Tiada 1 pun umat, kecuali mereka diwajibkan puasa ramadhan, namun mereka sesat melupakan diri akan ramadhan itu sendiri".


Kata Imam Baghawi dalam shahehnya:
"Sesungguhnya nama bulan Ramadhan berasal dari kata 'Romadho'a', artinya batu yang dipanaskan, sebab mereka sedang berpuasa pada saat panas sedang memuncak. Sejarahnya ketika orang Arab memberi nama-nama bulan bertepatan saat itu sangat panas sekali".
Ada yang berpendapat:
"Dikatakan demikian karena membakar dosa-dosa".


Beberapa hadits menerangkan keutamaan Ramadhan, diantaranya ada sabda Nabi SAW:
"Bilamana datang malam pertama bulan ramadhan, semua pintu surga dibuka dan tidak 1 pun yang tertutup sampai sebulan penuh. Dan Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk berseru:
"Wahai orang yang mencari kebaikan, kerjakanlah. Dan hai orang yang mencari kejahatan, bertahanlah".
Lalu dia berkata:
"Bila ada orang yang memohon ampun pasti diampuni, dan adakah orang yang meminta pasti dikabulkan, dan adakah orang yang bertobat pasti diterima tobatnya".
Para malaikat tidak henti-hentinya berkata begitu sampai fajar terbit.


Setiap malam hari raya Idul Fitri, Allah membebaskan 1 juga orang dari neraka, dimana sebelumnya berhak disiksa.


Salman Al Farisi RA berkata bahwa Nabi SAW ketika berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya'ban:
"Hai sekalian manusia, sungguh telah menaungi yakni bulan yang amat besar. Didalamnya ada malam lailatul qadar yang lebih utama daripada 1000 bulan. Allah menjadikan puasanya fardhu (wajib); barangsiapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan pada bulan itu, maka seperti mengerjakan 70 kewajiban pada kesempatan lain. Dia adalah bulan kesabaran, dan kesabaran pahalanya ialah surga. Dia adalah bulan pertolongan; ialah sebagai bulan penambah rizki bagi orang mukmin. Barangsiapa yang memberikan 'Buka' pada orang lain, ia sama dengan memerdekakan budak yang sudah diampuni dosa-dosanya".


Kami berkata:
"Ya Rasul, kami tidak punya apa-apa untuk memberikan 'buka' pada orang yang berpuasa".
Sabda beliau SAW:
"Allah memberikan pahala terhadap yang memberi buka kepada orang berpuasa sekalipun secicip susu, seteguk air atau sebutir kurma. Dan barangsiapa yang memberikan kekenyangan pada orang berpuasa, dia akan diampuni dosa-dosanya, dan kelak diberi minum dari telagaku yang sesudahnya tidak akan merasa haus selama-lamanya. Disamping itu mereka memperoleh pahala berpuasa tanpa sedikitpun kurang. Awal bulannya (10 hari pertama) penuh dengan Rahmat, pertengahannya penuh dengan ampunan dan 10 hari terakhir penuh pembebasan dari neraka. Dan bagi siapa saja yang memberi keringanan pada budak yang dimilikinya, maka Allah akan membebaskan dari neraka. maka dari itu pada bulan Ramadhan perbanyaklah 4 hal: 2 hal kamu membuat ridho Tuhanmu, dan 2 hal lagi adalah kamu selalu membutuhkannya. 2 hal akan keridhoan Tuhanmu ialah kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan kamu memohon ampun kepadaNya. Dan 2 hal yang kamu selalu membutuhkan ialah kamu minta surga kepada Tuhanmu dan berlindung kepadaNya dari neraka".


Hadits yang menerangkan keutamaan lagi, sabda beliau SAW:
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang lalu dan yang akan datang diampuni".


Sabda Nabi SAW:
"Setiap amal anak cucu Adam adalah miliknya, kecuali puasa. Sungguh puasa itu adalah milik-KU dan AKU akan membalasnya. Bagimu sudah cukup sebuah ibadah yang disandarkan kepada Tuhan Sang Pencipta pada DzatNya".


Sabda Nabi SAW:
"Umatku diberi 5 hal yang belum pernah diberikan kepada umat lain:


  1. Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada minyak misik.
  2. Para malaikat memintakan ampunan sampai mereka berbuka.
  3. Syetan-syetan yang keterlaluan di belenggu.
  4. Setiap harinya Allah SWT menghias surga, dan
  5. Dia berfirman: 'hampir-hampir hamba-KU yang shaleh dijauhkan dari penderitaan dan kesusahan' dan mereka diampuni pada setiap akhir malam.
Ada yang bertanya:
"Ya Rasul, apakah yang tuan maksud adalah malam lailatul qadar".
Jawab Nabi SAW:
"Tidak. Namun --di bulan itu-- setiap orang beramal akan dipenuhi dengan pahala bilamana dia telah menyempurnakan pahalanya".

kisah nabi isa

Seorang lagi Nabi Allah yang diceritakan dari kecil di dalam al-Qur'an ialah Isa. Baginda diutus kepada kaum Bani Israil dengan kitab Injil yang diturunkan sebelum al-Qur'an.
Di dalam al-Qur'an, Nabi Isa disebut dengan empat panggilan iaitu Isa, Isa putera Mariam, putera Mariam, dan al-Masih.
Ibunya seorang yang sangat dimuliakan Allah. Dia memilihnya di atas semua perempuan di semua alam. Firman-Nya, "Dan ketika malaikat-malaikat berkata, 'Wahai Mariam, Allah memilih kamu, dan membersihkan kamu, dan Dia memilih kamu di atas semua perempuan di semua alam'" (3:42).
Mariam, ibu Nabi Isa, telah menempuh satu ujian yang amat berat daripada Allah. Dia dipilih untuk melahirkan seorang Nabi dengan tanpa disentuh oleh seseorang lelaki. Dia adalah seorang perempuan yang suci.
Kelahiran
Kelahiran Nabi Isa merupakan suatu mukjizat kerana dilahirkan tanpa bapa. Kisahnya diceritakan di dalam al-Qur'an. Di sini, ceritanya bermula dari kunjungan malaikat kepada Mariam atas perintah Allah. Ketika itu, malaikat menyerupai manusia dengan tanpa cacat. Kemunculan malaikat membuat Mariam menjadi takut lalu berkata,
"Aku berlindung pada Yang Pemurah daripada kamu, jika kamu bertakwa (takut kepada Tuhan)!'
Dia (malaikat) berkata, 'Aku hanyalah seorang rasul yang datang daripada Pemelihara kamu, untuk memberi kamu seorang anak lelaki yang suci.'" (19:18-19)
Pada ayat yang lain, diceritakan bahawa malaikat yang datang itu telah memberi nama kepada putera yang bakal dilahirkan. Nama itu diberi oleh Allah, dan dia (Isa) akan menjadi terhormat di dunia dan akhirat sambil berkedudukan dekat dengan Tuhan. Ayatnya berbunyi:
"Wahai Mariam, Allah menyampaikan kepada kamu berita gembira dengan satu Kata daripada-Nya, yang namanya al-Masih, Isa putera Mariam, terhormat di dunia dan di akhirat, daripada orang-orang yang didekatkan." (3:45)
Kemudian Mariam bertanya,
"Bagaimanakah aku akan ada seorang anak lelaki sedang tiada seorang manusia pun menyentuhku, dan bukan juga aku seorang jalang?" (19:20)
Malaikat menjawab,
"Dia (Allah) berkata, 'Begitulah; Pemelihara kamu telah berkata, 'Itu mudah bagi-Ku; dan supaya Kami membuat dia satu ayat (tanda) bagi manusia, dan satu pengasihan daripada Kami; ia adalah perkara yang telah ditentukan'" (19:21).
Maka lahirlah Isa putera Mariam lebih enam ratus tahun sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Allah membuat Nabi Isa dan ibunya satu ayat (tanda) bagi manusia, iaitu tanda untuk menunjukkan kebesaran-Nya (23:50).
Allah juga menyatakan bahawa Nabi Isa adalah seperti Adam, walaupun Adam diwujudkan tanpa ibu dan bapa. Kesamaan mereka berdua adalah pada ciptaan. Kedua-duanya dicipta daripada tanah (3:59). Itu menunjukkan mereka adalah manusia biasa, kerana manusia dicipta daripada tanah.
Kerasulan dan Kenabian
Isa adalah seorang Nabi dan juga seorang Rasul. Baginda dan beberapa orang rasul telah dilebihkan Allah daripada rasul-rasul lain. Ada yang Dia berkata-kata kepadanya, ada yang Dia menaikkan darjat, dan bagi Isa, Dia memberi bukti-bukti yang jelas serta mengukuhkannya dengan Roh Suci. Firman-Nya:
"Dan rasul-rasul itu, sebahagian Kami melebihkan di atas sebahagian yang lain. Sebahagian ada yang kepadanya Allah berkata-kata, dan sebahagian Dia menaikkan darjat. Dan Kami memberikan Isa putera Mariam bukti-bukti yang jelas, dan Kami mengukuhkan dia dengan Roh Qudus (Suci)." (2:253)
Namun begitu, manusia dilarang oleh Allah untuk membeza-bezakan antara para rasul dan Nabi. Larangan itu berbunyi,
"Katakanlah, 'Kami percaya kepada Allah, dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, dan Ismail, dan Ishak, dan Yaakub, dan puak-puak, dan apa yang diberi kepada Musa, dan Isa, dan apa yang diberi kepada Nabi-Nabi daripada Pemelihara mereka. Kami tidak membeza-bezakan seorang pun antara mereka, dan kepada-Nya kami muslim.'" (2:136)
Akibat membeza-bezakan Nabi atau Rasul dapat dilihat pada hari ini, iaitu Nabi Isa dipercayai oleh sesetengah pihak sebagai Tuhan atau anak Tuhan, dan Nabi Muhammad, dianggap macam Tuhan, yang berhak membuat hukum agama.
Ajaran
Oleh kerana Isa seorang Nabi baginda diberi sebuah Kitab, Injil, yang mengandungi petunjuk dan cahaya untuk menjadi pegangan Bani Israil. Selain menyuruh Bani Israil menyembah Allah dengan mentaati Injil, baginda mengesahkan kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya. Dua firman Allah menjelaskannya di sini, berbunyi:
"Dan Kami mengutus, menyusuli jejak-jejak mereka, Isa putera Mariam, dengan mengesahkan Taurat yang sebelumnya; dan Kami memberinya Injil, di dalamnya petunjuk dan cahaya," (5:46) dan,
"Aku (Isa) hanya mengatakan kepada mereka apa yang Engkau memerintahkan aku dengannya: 'Sembahlah Allah, Pemelihara aku dan Pemelihara kamu.'" (5:117)
Turut disebut di dalam Injil (dan Taurat) ialah berita mengenai kedatangan seorang Nabi berbangsa Arab, atau ummiy (7:157), dan janji dikurniakan Taman atau Syurga bagi orang-orang yang berperang di jalan Allah (9:111). Janji itu juga didapati di dalam Taurat dan al-Qur'an.
Ketika baginda diutus, manusia sedang berselisih dalam hal agama. Maka kedatangannya adalah juga untuk memperjelaskan apa yang diperselisihkan. Firman Allah:
"dia (Isa) berkata, 'Aku datang kepada kamu dengan kebijaksanaan, dan supaya aku memperjelaskan kepada kamu sebahagian apa yang dalamnya kamu memperselisihkan; maka kamu takutilah Allah, dan taatlah kepadaku.'" (43:63)
Baginda juga memberitahu tentang kedatangan seorang rasul selepas baginda, yang namanya akan dipuji. Ayat yang mengisahkannya berbunyi:
"Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku (Isa) rasul Allah kepada kamu, mengesahkan Taurat yang sebelum aku, dan memberi berita gembira dengan seorang rasul yang akan datang selepas aku, namanya ahmad (dipuji).” (61:6)
Pengikut setia
Seperti Nabi atau Rasul yang lain, baginda mempunyai pengikut-pengikut yang setia dan juga yang tidak setia atau yang menentang. Pengikut-pengikutnya yang setia percaya kepada Allah dan kepadanya. Mereka adalah muslim. Firman Allah:
"Dan ketika Aku mewahyukan pengikut-pengikut yang setia, 'Percayalah kepada-Ku, dan rasul-Ku'; mereka berkata, 'Kami percaya, dan saksilah Engkau akan kemusliman kami.'" (5:111)
Pengikut-pengikut yang setia pula menjadi penolong-penolong, bukan baginya tetapi bagi Allah. Firman-Nya:
"Berkatalah pengikut-pengikutnya yang setia, 'Kami akan menjadi penolong-penolong Allah; kami percaya kepada Allah, dan saksilah kamu akan kemusliman kami.'" (3:52)
Begitu juga bagi pengikut-pengikut setia Nabi-Nabi lain, termasuk Muhammad. Semuanya menjadi penolong-penolong Allah, untuk melaksana dan menyampaikan mesej-Nya. Firman Allah:
"Wahai orang-orang yang percaya, jadilah kamu penolong-penolong Allah, sebagaimana Isa putera Mariam berkata kepada pengikut-pengikut yang setia, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolong aku bagi Allah?' Pengikut-pengikut yang setia berkata, 'Kami akan menjadi penolong-penolong Allah.'" (61:14)
Walau bagaimana pun, pengikut-pengikut Nabi Isa yang setia memerlukan bukti selanjut untuk megesahkan kebenarannya dan supaya hati mereka menjadi tenteram. Untuk itu mereka memohon sebuah meja hidangan dari langit. Kisahnya berbunyi begini:
"Dan apabila pengikut-pengikut yang setia berkata, 'Wahai Isa putera Mariam, bolehkah Pemelihara kamu menurunkan kepada kami sebuah meja hidangan dari langit?'
Dia (Isa) berkata, 'Kamu takutilah Allah, jika kamu orang-orang mukmin.'
Mereka berkata, 'Kami menghendaki untuk memakan daripadanya, dan hati kami menjadi tenteram, supaya kami mengetahui bahawa kamu berkata benar kepada kami, dan supaya kami adalah antara para saksinya.'" (5:112-113)
Justeru itu, Isa memohon kepada Allah,
"Ya Allah, Pemelihara kami, turunkanlah kepada kami sebuah meja hidangan dari langit, yang akan menjadi bagi kami satu perayaan, yang pertama dan yang akhir bagi kami, dan satu ayat (tanda) daripada Engkau. Dan berilah rezeki untuk kami; Engkau yang terbaik daripada pemberi-pemberi rezeki." (5:114)
Allah mengabulkan permintaannya. Lantas, meja hidangan yang turun menjadi satu lagi mukjizat bagi Nabi Isa. Dan ia juga menjadi nama sebuah surah di dalam al-Qur'an, iaitu surah kelima, al-Maidah.
Mukjizat
Selain daripada kelahiran yang luar biasa dan meja hidangan, Nabi Isa telah dikurniakan dengan beberapa mukjizat lain. Ayat berikut menjelaskannya:
"Ketika Allah berkata, 'Wahai Isa putera Mariam, ingatlah akan rahmat-Ku ke atas kamu, dan ke atas ibu kamu, apabila Aku mengukuhkan kamu dengan Roh Qudus (Suci), untuk berkata-kata kepada manusia di dalam buaian dan setelah dewasa ..... dan apabila kamu mencipta daripada tanah liat, dengan izin-Ku, yang seperti bentuk burung, dan kamu menghembuskan ke dalamnya, lalu jadilah ia seekor burung, dengan izin-Ku, dan kamu menyembuhkan orang buta, dan orang sakit kusta, dengan izin-Ku, dan kamu mengeluarkan orang yang mati, dengan izin-Ku' ..... lalu orang-orang yang tidak percaya antara mereka berkata, 'Tiadalah ini, melainkan sihir yang nyata.'" (5:110)
Walaupun Nabi Muhammad hanya diberi satu mukjizat, manusia ditegah daripada berkata bahawa Nabi Isa adalah lebih mulia daripada Nabi Muhammad. Kerana, seperti yang sudah maklum, amalan membeza-beza para Nabi dan Rasul dilarang Allah. (Sila rujuk Tidak Mempercayai Mukjizat Nabi?)
Wafat
Tidak seperti kepercayaan sesetengah orang iaitu Nabi Isa tidak wafat semasa disalib tetapi diangkat naik ke langit. Sebenarnya, Nabi Isa telah wafat di bumi, namun bukan disalib. Baginda telah wafat selepas peristiwa penyaliban ke atasnya di sebuah tempat lain yang tidak diceritakan di dalam al-Qur'an. Besar kemungkinan baginda telah melarikan diri dari tempat baginda dijatuhkan hukum.
Bukti yang menunjukkan baginda telah wafat di bumi terdapat pada ayat-ayat berikut:
"Apabila Allah berkata, 'Wahai Isa, Aku akan mematikan kamu, dan menaikkan kamu kepada-Ku, dan Aku membersihkan kamu daripada orang-orang yang tidak percaya .....'" (3:55)
"Dan aku (Isa) seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu." (5:117)
Akan tetapi, sebahagian daripada kaum Bani Israil mengatakan bahawa mereka telah membunuhnya disalib. Allah mengatakan yang sebaliknya pula. Apa yang berlaku hanya satu kesamaan sahaja. Firman-Nya:
"ucapan mereka, 'Kami telah membunuh al-Masih, Isa putera Mariam, rasul Allah.' Tetapi mereka tidak membunuhnya, dan tidak juga menyalibnya, tetapi hanya satu kesamaan yang ditunjukkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisih mengenainya benar-benar dalam keraguan terhadapnya; mereka tidak ada pengetahuan mengenainya, kecuali mengikuti sangkaan; mereka tidak membunuhnya, yakinlah." (4:157)
Telah wujud lagi kepercayaan terhadap Nabi Isa yang tidak disahkan Allah di dalam al-Qur'an, iaitu baginda akan muncul lagi di bumi buat kali kedua. Itu tidak benar. (Sila rujuk artikel Menanya Ustaz: kedatangan Imam Mahadi & Nabi Isa dan Imam Mahadi di ruangan Soalan Lazim. Terima kasih.)
Terpesong
Setelah Isa wafat, beberapa perkara telah berlaku. Pertama, orang-orang yang mengaku pengikut baginda telah menubuhkan sistem berahib, atau berpaderi, atau sistem berulama dalam agama. Sistem itu tidak dianjurkan oleh Allah. Firman-Nya:
"Dan rahbaniyah (sistem berahib) yang mereka reka - Kami tidak menuliskan (menetapkan) untuk mereka" (57:27).
Kemudian, antara mereka bersetuju untuk mengangkat Nabi Isa sebagai Tuhan atau anak Tuhan, mungkin kerana kelahiran yang luar biasa dan mukjizat-mukjizatnya. Mereka yang berbuat demikian telah terpesong dalam kepercayaan lalu menjadi kafir. Firman-Nya:
"Merekalah orang-orang yang tidak percaya (kafir), yang berkata, 'Sesungguhnya Allah, Dia ialah al-Masih putera Mariam'" (5:17), dan
"orang-orang Kristian berkata, 'Al-Masih ialah putera Allah.' Itu adalah ucapan daripada mulut mereka, menurut ucapan orang-orang yang tidak percaya sebelum mereka. Allah memerangi mereka! Bagaimanakah mereka dipalingkan?" (9:30)
Satu bukti telah didatangkan Allah untuk menunjukkan kepalsuan kepercayaan mereka. Buktinya adalah pada amalan memakan makanan, berbunyi:
"Al-Masih, putera Mariam, hanyalah seorang rasul; rasul-rasul sebelum dia telah berlalu. Ibunya seorang wanita yang benar; mereka berdua makan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami memperjelaskan ayat-ayat kepada mereka, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling." (5:75)
Nabi Isa dan ibunya makan makanan. Tetapi Tuhan tidak makan. Kalau Dia makan tentu Dia mempunyai sebuah "pintu kecil" untuk mengeluarkan makanan yang tidak diperlukan lagi. Tuhan tidak ada pintu tersebut seperti yang terdapat di bahagian belakang badan manusia atau haiwan.
Sekiranya hujah itu disampaikan kepada orang-orang yang mempercayai Nabi Isa itu Tuhan atau anak-Nya, tentu mereka akan berpaling juga dan tetap dengan kepercayaan mereka. Begitulah manusia dengan kepercayaan agamanya. Mereka lupa menggunakan akal.
Akhirat
Kepercayaan serupa itu sungguh berat di sisi Allah sehingga Nabi Isa akan ditanya di akhirat. Baginda akan ditanya sama ada baginda telah menyatakan bahawa baginda dan ibunya adalah tuhan-tuhan selain daripada Allah. Pertanyaan-Nya berbunyi:
"Wahai Isa putera Mariam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Ambillah aku dan ibuku sebagai tuhan-tuhan selain daripada Allah'?" (5:116)
Nabi Isa akan menjawab:
"Kepada Engkau sanjungan! Tiadalah bagiku untukku mengatakan apa yang aku tiada hak dengannya. Jika aku mengatakannya, Engkau mengetahuinya, dengan mengetahui apa yang di dalam jiwaku, dan aku tidak mengetahui apa yang di dalam jiwa Engkau; sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui yang ghaib." (5:116)
Jawapannya bersambung lagi:
"Aku hanya mengatakan kepada mereka apa yang Engkau memerintahkan aku dengannya: 'Sembahlah Allah, Pemelihara aku dan Pemelihara kamu.' Dan aku seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu." (5:117)
Nabi Muhammad juga akan ditanya di akhirat atas sesuatu yang amat berat juga. Baginda ditanya mengenai sambutan kaumnya terhadap al-Qur'an. Jawapan baginda berbunyi:
"Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya kaumku mengambil al-Qur'an ini sebagai suatu yang tidak dipedulikan." (25:30)
Itulah yang berlaku pada hari ini. Ajaran al-Qur'an tidak dipedulikan. Namun, masa masih ada untuk semua kembali kepada ajaran al-Qur'an.

Kisah Nabi Muhammad SAW

Pada waktu umat manusia dalam kegelapan dan suasana jahiliyyah, lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Makkah. Bayi yang dilahirkan bakal membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Bapa bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang telah wafat sebelum baginda dilahirkan iaitu sewaktu baginda 7 bulan dalam kandungan ibu. Ibunya bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'abah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah wujud sebelumnya.

Selepas itu Muhammad disusukan selama beberapa hari oleh Thuwaiba, budak suruhan Abu Lahab sementara menunggu kedatangan wanita dari Banu Sa'ad. Adat menyusukan bayi sudah menjadi kebiasaan bagi bangsawan-bangsawan Arab di Makkah. Akhir tiba juga wanita dari Banu Sa'ad yang bernama Halimah bin Abi-Dhuaib yang pada mulanya tidak mahu menerima baginda kerana Muhammad seorang anak yatim. Namun begitu, Halimah membawa pulang juga Muhammad ke pedalaman dengan harapan Tuhan akan memberkati keluarganya. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternakan dan susu kambing-kambing tersebut semakin bertambah. Baginda telah tinggal selama 2 tahun di Sahara dan sesudah itu Halimah membawa baginda kembali kepada Aminah dan membawa pulang semula ke pedalaman.

Kisah Dua Malaikat dan Pembedahan Dada Muhammad

Pada usia dua tahun, baginda didatangi oleh dua orang malaikat yang muncul sebagai lelaki yang berpakaian putih. Mereka bertanggungjawab untuk membedah Muhammad. Pada ketika itu, Halimah dan suaminya tidak menyedari akan kejadian tersebut. Hanya anak mereka yang sebaya menyaksikan kedatangan kedua malaikat tersebut lalu mengkhabarkan kepada Halimah. Halimah lantas memeriksa keadaan Muhammad, namun tiada kesan yang aneh ditemui.

Muhammad tinggal di pedalaman bersama keluarga Halimah selama lima tahun. Selama itu baginda mendapat kasih sayang, kebebasan jiwa dan penjagaan yang baik daripada Halimah dan keluarganya. Selepas itu baginda dibawa pulang kepada datuknya Abdul Mutallib di Makkah.

Datuk baginda, Abdul Mutallib amat menyayangi baginda. Ketika Aminah membawa anaknya itu ke Madinah untuk bertemu dengan saudara-maranya, mereka ditemani oleh Umm Aiman, budak suruhan perempuan yang ditinggalkan oleh bapa baginda. Baginda ditunjukkan tempat wafatnya Abdullah serta tempat dia dikuburkan.

Sesudah sebulan mereka berada di Madinah, Aminah pun bersiap sedia untuk pulang semula ke Makkah. Dia dan rombongannya kembali ke Makkah menaiki dua ekor unta yang memang dibawa dari Makkah semasa mereka datang dahulu. Namun begitu, ketika mereka sampai di Abwa, ibunya pula jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia lalu dikuburkan di situ juga.
Muhammad dibawa pulang ke Makkah oleh Umm Aiman dengan perasaan yang sangat sedih. Maka jadilah Muhammad sebagai seorang anak yatim piatu. Tinggallah baginda dengan datuk yang dicintainya dan bapa-bapa saudaranya.

"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk" (Surah Ad-Dhuha, 93: 6-7)


Abdul Mutallib Wafat

Kegembiraannya bersama datuk baginda tidak bertahan lama. Ketika baginda berusia lapan tahun, datuk baginda pula meninggal dunia. Kematian Abdul Mutallib menjadi satu kehilangan besar buat Bani Hashim. Dia mempunyai keteguhan hati, berwibawa, pandangan yang bernas, terhormat dan berpengaruh dikalangan orang Arab. Dia selalu menyediakan makanan dan minuman kepada para tetamu yang berziarah dan membantu penduduk Makkah yang dalam kesusahan.


Muhammad diasuh oleh Abu Talib

Selepas kewafatan datuk baginda, Abu Talib mengambil alih tugas bapanya untuk menjaga anak saudaranya Muhammad. Walaupun Abu Talib kurang mampu berbanding saudaranya yang lain, namun dia mempunyai perasaan yang paling halus dan terhormat di kalangan orang-orang Quraisy.Abu Talib menyayangi Muhammad seperti dia menyayangi anak-anaknya sendiri. Dia juga tertarik dengan budi pekerti Muhammad yang mulia.

Pada suatu hari, ketika mereka berkunjung ke Syam untuk berdagang sewaktu Muhammad berusia 12 tahun, mereka bertemu dengan seorang rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda kenabian pada baginda. Lalu rahib tersebut menasihati Abu Talib supaya tidak pergi jauh ke daerah Syam kerana dikhuatiri orang-orang Yahudi akan menyakiti baginda sekiranya diketahui tanda-tanda tersebut. Abu Talib mengikut nasihat rahib tersebut dan dia tidaak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut. Dia pulang segera ke Makkah dan mengasuh anak-anaknya yang ramai. Muhammad juga telah menjadi sebahagian dari keluarganya. Baginda mengikut mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dan mendengar sajak-sajak oleh penyair-penyair terkenal dan pidato-pidato oleh penduduk Yahudi yang anti Arab.

Baginda juga diberi tugas sebagai pengembala kambing. Baginda mengembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Makkah. Baginda selalu berfikir dan merenung tentang kejadian alam semasa menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu baginda jauh dari segala pemikiran manusia nafsu manusia duniawi. Baginda terhindar daripada perbuatan yang sia-sia, sesuai dengan gelaran yang diberikan iaitu "Al-Amin".

Selepas baginda mula meningkat dewasa, baginda disuruh oleh bapa saudaranya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid, seorang peniaga yang kaya dan dihormati. Baginda melaksanakan tugasnya dengan penuh ikhlas dan jujur. Khadijah amat tertarik dengan perwatakan mulia baginda dan keupayaan baginda sebagai seorang pedagang. Lalu dia meluahkan rasa hatinya untuk berkahwin dengan Muhammad yang berusia 25 tahun ketika itu. Wanita bangsawan yang berusia 40 tahun itu sangat gembira apabila Muhammad menerima lamarannya lalu berlangsunglah perkahwinan mereka berdua. Bermulalah lembaran baru dalam hidup Muhammad dan Khadijah sebagai suami isteri.

Turunnya Wahyu Pertama

Pada usia 40 tahun, Muhammad telah menerima wahyu yang pertama dan diangkat sebagai nabi sekelian alam. Ketika itu, baginda berada di Gua Hira' dan sentiasa merenung dalam kesunyian, memikirkan nasib umat manusia pada zaman itu. Maka datanglah Malaikat Jibril menyapa dan menyuruhnya membaca ayat quran yang pertama diturunkan kepada Muhammad.

"Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan" (Al-'Alaq, 96: 1)

Rasulullah pulang dengan penuh rasa gementar lalu diselimuti oleh Khadijah yang cuba menenangkan baginda. Apabila semangat baginda mulai pulih, diceritakan kepada Khadijah tentang kejadian yang telah berlaku.

Kemudian baginda mula berdakwah secara sembunyi-sembunyi bermula dengan kaum kerabatnya untuk mengelakkan kecaman yang hebat daripada penduduk Makkah yang menyembah berhala. Khadijah isterinya adalah wanita pertama yang mempercayai kenabian baginda. Manakala Ali bin Abi Talib adalah lelaki pertama yang beriman dengan ajaran baginda.Dakwah yang sedemikian berlangsung selama tiga tahun di kalangan keluarganya sahaja.

Dakwah Secara Terang-terangan

Setelah turunnya wahyu memerintahkan baginda untuk berdakwah secara terang-terangan, maka Rasulullah pun mula menyebarkan ajaran Islam secara lebih meluas.

"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (Al-Hijr, 15:94)

Namun begitu, penduduk Quraisy menentang keras ajaran yang dibawa oleh baginda. Mereka memusuhi baginda dan para pengikut baginda termasuk Abu Lahab, bapa saudara baginda sendiri. Tidak pula bagi Abu Talib, dia selalu melindungi anak saudaranya itu namun dia sangat risau akan keselamatan Rasulullah memandangkan tentangan yang hebat dari kaum Quraisy itu. Lalu dia bertanya tentang rancangan Rasulullah seterusnya. Lantas jawab Rasulullah yang bermaksud:

"Wahai bapa saudaraku, andai matahari diletakkan diletakkan di tangan kiriku dan bulan di tangan kananku, agar aku menghentikan seruan ini, aku tidak akan menghentikannya sehingga agama Allah ini meluas ke segala penjuru atau aku binasa kerananya"

Baginda menghadapi pelbagai tekanan, dugaan, penderitaan, cemuhan dan ejekan daripada penduduk-penduduk Makkah yang jahil dan keras hati untuk beriman dengan Allah. Bukan Rasulullah sahaja yang menerima tentangan yang sedemikian, malah para sahabatnya juga turut merasai penderitaan tersebut seperti Amar dan Bilal bin Rabah yang menerima siksaan yang berat.

Wafatnya Khadijah dan Abu Talib

Rasulullah amat sedih melihat tingkahlaku manusia ketika itu terutama kaum Quraisy kerana baginda tahu akan akibat yang akan diterima oleh mereka nanti. Kesedihan itu makin bertambah apabila isteri kesayangannya wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya. Isteri bagindalah yang tidak pernah jemu membantu menyebarkan Islam dan mengorbankan jiwa serta hartanya untuk Islam. Dia juga tidak jemu menghiburkan Rasulullah di saat baginda dirundung kesedihan.

Pada tahun itu juga bapa saudara baginda Abu Talib yang mengasuhnya sejak kecil juga meninggal dunia. Maka bertambahlah kesedihan yang dirasai oleh Rasulullah kerana kehilangan orang-orang yang amat disayangi oleh baginda.

Hijrah Ke Madinah

Tekanan orang-orang kafir terhadap perjuangan Rasulullah semakin hebat selepas kepergian isteri dan bapa saudara baginda. Maka Rasulullah mengambil keputusan untuk berhijrah ke Madinah berikutan ancaman daripada kafir Quraisy untuk membunuh baginda.

Rasulullah disambut dengan meriahnya oleh para penduduk Madinah. Mereka digelar kaum Muhajirin manakala penduduk-penduduk Madinah dipanggil golongan Ansar. Seruan baginda diterima baik oleh kebanyakan para penduduk Madinah dan sebuah negara Islam didirikan di bawah pimpinan Rasulullas s.a.w sendiri.

Negara Islam Madinah

Negara Islam yang baru dibina di Madinah mendapat tentangan daripada kaum Quraisy di Makkah dan gangguan dari penduduk Yahudi serta kaum bukan Islam yang lain. Namun begitu, Nabi Muhammad s.a.w berjaya juga menubuhkan sebuah negara Islam yang mengamalkan sepenuhnya pentadbiran dan perundangan yang berlandaskan syariat Islam. Baginda dilantik sebagai ketua agama, tentera dan negara. Semua rakyat mendapat hak yang saksama. Piagam Madinah yang merupakan sebuah kanun atau perjanjian bertulis telah dibentuk. Piagam ini mengandungi beberapa fasal yang melibatkan hubungan antara semua rakyat termasuk kaum bukan Islam dan merangkumi aspek politik, sosial, agama, ekonomi dan ketenteraan. Kandungan piagam adalah berdasarkan wahyu dan dijadikan dasar undang-undang Madinah.

Islam adalah agama yang mementingkan kedamaian. Namun begitu, aspek pertahanan amat penting bagi melindungi agama, masyarakat dan negara. Rasulullah telah menyertai 27 kali ekspedisi tentera untuk mempertahan dan menegakkan keadilan Islam. Peperangan yang ditempuhi baginda ialah Perang Badar (623 M/2 H), Perang Uhud (624 M/3 H), Perang Khandak (626 M/5 H) dan Perang Tabuk (630 M/9 H). Namun tidak semua peperangan diakhiri dengan kemenangan.

Pada tahun 625 M/ 4 Hijrah, Perjanjian Hudaibiyah telah dimeterai antara penduduk Islam Madinah dan kaum Musyrikin Makkah. Maka dengan itu, negara Islam Madinah telah diiktiraf. Nabi Muhammad s.a.w. juga telah berjaya membuka semula kota Makkah pada 630 M/9 H bersama dengan 10 000 orang para pengikutnya.

Perang terakhir yang disertai oleh Rasulullah ialah Perang Tabuk dan baginda dan pengikutnya berjaya mendapat kemenangan. Pada tahun berikutnya, baginda telah menunaikan haji bersama-sama dengan 100 000 orang pengikutnya. Baginda juga telah menyampaikan amanat baginda yang terakhir pada tahun itu juga. Sabda baginda yang bermaksud:

"Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahawa Tuhan kamu Maha Esa dan kamu semua adalah daripada satu keturunan iaitu keturunan Nabi Adam a.s. Semulia-mulia manusia di antara kamu di sisi Allah s.w.t. ialah orang yang paling bertakwa. Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagi kamu berpegang teguh dengan dua perkara itu, iaitu kitab al-Quran dan Sunnah Rasulullah."

Wafatnya Nabi Muhammad s.a.w

Baginda telah wafat pada bulan Jun tahun 632 M/12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Baginda wafat setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai rasul dan pemimpin negara. Baginda berjaya membawa manusia ke jalan yang benar dan menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab, berilmu dan berkebolehan. Rasulullah adalah contoh terbaik bagi semua manusia sepanjang zaman.

10 Golongan Musuh Setan

Siapakah orang yang menjadi musuh setan?

Ada 10 golongan musuh setan dari umat Islam, yaitu :

1. Nabi Muhammad
2. Pemimpin yang adil
3. Orang kaya yang rendah hati/tidak sombong
4. Pedagang/pengusaha yang jujur
5. Orang yang khusyu dalam sholat
6. Orang mukmin yang suka memberikan nasihat/dakwah
7. Orang yang bertaubat dan tetap pada taubatnya
8. Orang mukmin yang selalu membiasakan diri bersuci
9. Orang yang memelihara diri dari apa yang diharamkan oleh Allah
10. Orang mukmin yang pengasih

Minggu, 07 Juli 2013

Pemurtadan di Daerah Bencana

Daerah-daerah bencana ternyata selalu menjadi sasaran kristenisasi dan ajang pemurtadan. Demikian fakta yang terungkap dari diskusi bertajuk “Pemurtadan di Daerah Bencana” yang digelar Forum Umat Islam Bekasi, Ahad, 21 November. Acara ini didukung oleh GAris-Bekasi, YPI Darussalam, GPI-Bekasi, Tabloid Suara Islam, Radio Dakta, VOA-Islam, Bullteni Ad-Dakwah, dan Suara Islam Online. Dalam bingkai Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) ke-7, diskusi yang berlangsung di Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi, dihadiri tak kurang dari 250-300 orang, menghadirkan pembicara Ustadz Bernard Abdul Jabbar ( Dewan Da’wah Bekasi), Dr Sarbini (Presidium MER-C), Ustadz Abu Al-Iz (Ketua Front Anti Pemurtadan Bekasi), dan host Dani Wahab dari Radio Dakta. Rasa penasaran, terkesima, haru, marah, bercampur baur menggumpal dalam perasaan para hadirin ketika mendengarkan para pembicara mengisahkan pengalaman mereka berkiprah di daerah-daerah bencana. Ustadz Berdard Abdul Jabbar (mantan pendeta yang kini bergabung dalam Dewan Da’wah Bekasi) menceritakan pengalamannya, bagaimana ratusan anak-anak Aceh korban tsunami dimurtadkan: ”Anak-anak itu diambil dari Aceh, dibawa ke Malang, Sukabumi dan Salatiga untuk di didik menjadi pendeta. Saya harus bertengkar dengan kakak saya yang waktu itu masih biarawati, terlibat pemurtadan anak-anak Aceh”, ujarnya. Bernard menjelaskan bahwa kristenisasi kini tengah menanti tuaian (panen) pada tahun 2020. Pada tahun itu Kristen akan memanen hasil kristenisasi yang diharapkan sudah bisa mencapai separuh dari penduduk Indonesia. Menurut majalah Time umat Islam Indonesia kini tinggal 70 % saja. Pada bencana Mentawai, menurut Bernard, Paus Bennecdictus XVI memerintahkan seluruh potensi Kristen di dunia untuk membantu semaksimal mungkin korban gempa-tsunami Mentawai. Bernard menceritakan kegigihan relawan Kristen terjun dalam kancah korban gempa Mentawai. Hal senada disampaikan pembicara kedua, Dr Sarbini dari MER-C. Berpengalaman dalam berbagai penanggulangan bencana baik di dalam maupun luar negeri, Dr Sarbini mendiskripsikan kristenisasi yang berlangsung dalam bidang kesehatan dan kedokteran : “Rumah sakit, bangsal, dan ruang bedah-operasi selalu menjadi ajang kristenisasi. Orang-orang yang sedang sakit itu dalam kondisi lemah psikologis dan membutuhkan pertolongan. Karena itu, para missionaris selalu akan merebut dan menguasai bangsal-bangsal rumah sakit itu karena menjadi tempat efektif untuk melakukan kristenisasi”, demikian ujar dr. Sarbini yang berpengalaman memergoki kristenisasi di Padang dan Sukabumi. Pembicara terakhir, Abu Al-Iz dengan gaya bicaranya yang amat mengharukan, menarik simpati hadirin. Al-Iz mengisahkan pengalamannya ketika terjun langsung sebagai relawan dalam musibah gunung Merapi, bersinggungan dengan gerakan kristeniasai dan pemurtadan. Kristenisasi dan pemurtadan di daerah bencana sudah merupakan :”perang terbuka”, ujar Al-Iz. Kristeniasi` yang ditemukan Al-Iz, terjadi di Gereja Paroki Kebunarum dan GOR Klaten : Ada seseorang mengaku bernama Mardiono, berpeci, mengenakan kaos bertuliskan “ I Will Follow JESUS Forever”. Di Muntilan, pengungsi Muslim di tampung di rumah-rumah Kristen. Di gereja belakang Pemkab Boyolali 500 Muslim yang ditampung dijejali kristenisasi. Hadirin sangat antusias mengikuti jalannya diskusi. Tanya jawab berlangsung seru dan menggugah emosi. Diskusi berakhir menjelang sholat Ashar, sebelumnya dilakukan penggalangan dana untuk penanggulangan pemurtadan korban gunung Merapi. Acara ditutup dengan doa oleh Ustadz Maulana dari Garis-Bekasi.